Jumat, 24 Februari 2012

15 POINTS!


Mungkin kita bertanya-tanya apa yang akan ditanyakan oleh Tuhan saat Anda nanti pulang ke Surga.
Dan memang tak ada yang tahu pasti apa yang akan ditanyakan Tuhan nanti, yang jelas 15 hal ini tak akan ditanyakan oleh-NYA?

15 Hal Yang Tak Ditanyakan di Surga :

1.Tuhan tak akan bertanya mobil merk apa yang Anda kenakan. Bahkan IA tak peduli berapa banyak uang yang telah Anda habiskan untuk modifikasi bemper atau jok mobil Anda.
Yang ia tanyakan adalah berapa banyak orang yang Anda bawa dalam mobil tersebut, untuk diantar ke tempat tujuan?



2.Tuhan juga tak akan bertanya, berapa luas rumah Anda, apakah rumah Anda adalah sebuah mansion atau apartemen di lokasi mewah, atau satu-satunya rumah yang memiliki 5 lantai di sebuah daerah.
Yang IA tanyakan adalah berapa orang yang Anda undang masuk ke dalam rumah dan diberi kenyamanan tempat beristirahat?



3.Tuhan bahkan tak peduli apakah sepatu Anda buatan Christian Louboutin, atau Anda adalah pengkoleksi Guess.
Yang IA tanyakan, apakah Anda pernah memberikan pakaian layak pakai kepada mereka yang membutuhkan?



4.Tuhan tak butuh status sosial Anda,
Tetapi IA sangat peduli pada apa yang telah Anda lakukan dengan status yang Anda sandang dan banggakan?



5.Tuhan tak bertanya berapa nomor rekening dan berapa jumlah uang di dalamnya.
Tetapi IA bertanya apakah Anda sudah menyisihkan sebagian penghasilan untuk orang-orang yang membutuhkan?



6.Tuhan tak bertanya berapa jumlah penghasilan tertinggi yang pernah Anda dapat.
Namun IA akan bertanya, bagaimana Anda memaksimalkan penghasilan tersebut dan mengucap syukur atasnya?



7.Tuhan tak bertanya berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk lembur di kantor.
Tetapi IA akan bertanya berapa banyak waktu yang Anda sediakan untuk-NYA dan untuk keluarga yang Anda cintai?



8.Tuhan tak bertanya berapa banyak pujian yang Anda dapatkan.
Tetapi IA akan bertanya berapa banyak Anda memuji orang lain dengan ketulusan hati?



9.Tuhan tak akan bertanya jabatan apa yang Anda sandang di kantor.
Tetapi IA akan bertanya apakah Anda sudah bekerja maksimal di balik jabatan yang Anda sandang itu?



10.Tuhan tak bertanya apakah Anda selalu menyediakan waktu untuk diri sendiri.
IA akan bertanya berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk menolong orang lain?



11.Tuhan tak akan bertanya berapa banyak teman yang Anda miliki.
Tetapi IA akan bertanya kepada berapa orang Anda telah menjadi teman terbaik bagi mereka?



12.Tuhan tak akan bertanya apa yang Anda lakukan untuk mempertahankan hak Anda.
Tetapi IA akan bertanya apa yang telah Anda lakukan untuk mempertahankan hak orang lain?



13.Tuhan tak akan bertanya berapa banyak tetangga yang Anda miliki.
Tetapi ia akan bertanya bagaimana Anda memperlakukan tetangga Anda?



14.Tuhan tak akan bertanya apakah ras Anda,
Tetapi IA akan bertanya apakah Anda sudah berbuat baik kepada sesama yang berbeda warna kulitnya?



15.Tuhan juga tak akan bertanya berapa banyak Anda membuat janji,
Tetapi IA akan bertanya berapa banyak janji yang telah Anda tepati? 



" Sudahkan kita melakukan kehendak BAPA dalam kehidupan kita?..... "

GOB BLESS......

Kamis, 16 Februari 2012

Kisah cinta sang Cicak




cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di 
istana-istana raja (  Amsal 30:28 )

Ketika sedang merenovasi rumah, seorang pemuda mencoba meruntuhkan suatu tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang dibuat dari kayu.

Ketika tembok itu mulai roboh, dia menemui seekor cicak yang terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebatang paku.
Dia merasa kasihan sekaligus heran. Lalu dia memperhatikan paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibuat.

Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan keadaan terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Pemuda itu lalu berfikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!
Pemuda itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.

Kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya
Aha! Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun!
 Pemuda itu merasa sangat terharu melihat kejadian itu. Sungguh ini sebuah cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu.

Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia kasih yang begitu mengagumkan..

God Bless..













Tak Menangis Saat Kalah,,,

 


Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final.
Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri,sebab memang begitulah peraturannya.

_____Ada seorang anak bernama Mark.
Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna.
Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

_____Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya.
Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

_____Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya.

_____Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa.

_____Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

_____"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

_____Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?" Mark terdiam.
"Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."
Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.



Anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.
Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian.
Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya.

Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya.
Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.
Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua.

Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita.
Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian.

Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.
Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat.

Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini.
Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah.


God Bless..

sumber :  Avatar Enthusiast